Research Notes #01 Why I Started Building My Academic Website

Kalau dipikir-pikir, selama ini saya sudah punya banyak “rumah”. Ada Google Scholar, Scopus, ORCID, LinkedIn, ResearchGate, bahkan CV yang terus saya perbarui setiap kali ada publikasi baru. Tapi entah kenapa, saya masih merasa ada yang kurang. Beberapa minggu terakhir saya sering bertanya pada diri sendiri, “Kalau seseorang baru pertama kali mengenal saya sebagai peneliti, sebenarnya mereka akan melihat apa?” Mungkin mereka akan menemukan daftar publikasi. Mungkin mereka akan melihat jumlah sitasi. Atau profil LinkedIn yang berisi aktivitas akademik. Semua itu memang penting. Tetapi saya sadar, semua platform tersebut hanya menunjukkan hasil akhirnya.

Padahal, sebagai peneliti, hidup saya justru lebih banyak diisi oleh proses. Ada ide-ide yang muncul saat mengajar. Ada proposal yang direvisi berkali-kali. Ada data yang tidak sesuai dugaan. Ada komentar reviewer yang membuat saya harus mengulang analisis. Ada juga momen ketika satu pertanyaan sederhana berkembang menjadi sebuah penelitian yang akhirnya dipublikasikan. Saya mulai berpikir…

Sayang sekali kalau semua cerita itu berhenti di balik sebuah artikel ilmiah. Akhirnya saya memberanikan diri membuat website akademik. Awalnya sederhana. Saya hanya ingin merapikan publikasi, proyek penelitian, dan portofolio saya dalam satu tempat.

Namun setelah mulai menyusunnya, saya menyadari bahwa website ternyata bukan sekadar tempat menyimpan karya.Website memberi saya ruang untuk menceritakan sesuatu yang selama ini tidak pernah masuk ke dalam jurnal. Mengapa penelitian itu dimulai. Apa yang saya pelajari selama prosesnya. Kesalahan apa yang pernah saya lakukan. Dan bagaimana setiap penelitian sedikit demi sedikit mengubah cara saya memandang pendidikan, keberlanjutan, dan masa depan.

Mungkin inilah yang ingin saya bangun melalui Research Notes. Bukan rangkuman hasil penelitian. Bukan juga tulisan ilmiah. Melainkan catatan-catatan kecil tentang perjalanan menjadi seorang peneliti. Tentang proses yang tidak selalu berjalan mulus. Dan tentang keyakinan bahwa ilmu pengetahuan akan menjadi lebih bermakna ketika proses di baliknya juga ikut dibagikan.

Semoga catatan sederhana ini bisa menjadi ruang untuk saling belajar, berdiskusi, dan siapa tahu, membuka jalan menuju kolaborasi yang bahkan belum pernah saya bayangkan sebelumnya.

Sampai bertemu di Research Notes berikutnya.

“Karena di balik setiap penelitian, selalu ada perjalanan yang layak untuk diceritakan.”

Leave a Reply

Discover more from Pipih Nurhayati

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading